Khasiat & Manfaat Melati [Jasminum sambac (L.) Ait]

Melati [Jasminum sambac (L.) Ait]
Melati [Jasminum sambac (L.) Ait]

Familia : Oleaceae.

Sinonim
Jasminum fragrans Salisb. = J. pubescens Wall. = J. quinqueflarum Heyne. = J. undulatum Willd. = J. zambac Roxb. = Nyctanthes grandiflora Lour. = N. sambac L.


Tumbuhan yang berasal dari India khususnya dan Asia umumnya. Melati dapat dikembangbiakkan dengan cara setek, tunas-tunas baru akan tampak setelah berusia sekitar enam minggu. Tumbuhan ini dapat tumbuh subur dari dataran rendah hingga ketinggian 600 m di atas permukaan air laut dengan tanah yang gembur dan mendapat cukup sinar matahari. Melati banyak ditanam orang di halaman dan di ladang-ladang sebagai tanaman bunga karena bunganya yang harum. Melati digunakan sebagai bahan untuk aroma wangi-wangian pada industri parfum. Habitus perdu memanjat atau menggantung, tinggi 0,3-3 m. Daun tunggal berwarna hijau sampai hijau kelabu, helaian daun berbentuk jorong sampai bulat telur dengan panjang daun 5-10 cm dan lebarnya 4-6 cm, ujungnya meruncing  sedangkan pangkalnya membulat, tepi rata, tulang daun menyirip, menonjol pada permukaan bawah, permukaan daun mengkilat, letak daun berhadapan dengan tangkai pendek sekitar 5 mm. Bunga melati berwarna putih, mungil, berbau harum, merupakan bunga majemuk berbentuk anak payung menggarpu yang keluar dari ujung tangkai atau ketiak daun. Mahkota bunga berbentuk terompet, berbentuk lembaran agak mengkerut, melati dapat berbunga sepanjang tahun. Akarnya agak sukar dipatahkan, bekas patahan tidak rata, tidak berserat.

Istilah nama Indonesia di Sumatra : meulu cina, meulu cut (Aceh), merul, malar (Batak), malati (Minangkabau), bunga manuru (Melayu). Jawa : malati (Sunda), menur, melati (Jawa) malate (Madura). Nusa Tenggara : menuh (Bali), mundu (Bima), mayora (Timor), wilabunga loro, manjora. Sulawesi : bunga mo putih (Gorontalo), bunga baluru, bunga maluru (Makassar), bunga elung, bunga pute (Bugis), manuru, manduru (Manado), bunga didi, manjuru. Maluku : manyuru (Banda), bunga manuru (Halmahera), saya manuru (Ternate). Dan istilah nama asing disebut mo li hua (T), kampupot, sampatiga de china, sampagitang sunsong (F), arabian jasmine, sambac, jasmine (Inggris), jasmin d’arabie (P), yasmin (A), arabische jasmijn (B), sampagita (S), bunga melor (M).

Sifat kimiawi dari Bunga dan daun : rasa pedas, manis, sejuk. Akar : rasa pedas, manis, netral, agak toksik.  Dan efek farmakologis dari bunga dan daun berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), merangsang pengeluaran keringat (diaforetik), peluruh kencing (diuretik), melancarkan pernapasan. Akar berkhasiat sebagai pemati rasa (anestetik), menghilangkan sakit (analgesik). Kandungan kimia asam format, asam asetat, asam benzoat, linalool, asam salicylat, benzyl linalool ester, methyl linalool ester, benzyl alcohol, indol, methyl anthranilate, sesquiterpene, sesquiterpenalcohol, phytol, isophytal, phytylacetat, hexenyl benzoat, methyl palmitat, methyl linolenat, genaryl linaloal, jasmon, livalylacetaat. Dan bagian yang dipakai adalah bunga, daun, dan akar.

Pemakaian luar menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
  • Radang mata merah (conjunctivitis) : daun melati di cuci bersih, lalu  di rebus dengan air secukup nya, air nya di gunakan untuk mengompres.
  • Menghentikan produksi  ASI yang berlebihan : bunga atau daun melati dimemarkan, ditempelkan di sekitar payudara, diganti beberapa kali sehari.
  • Bengkak akibat gigitan binatang : daun atau bunga melati secukupnya dicuci bersih lalu digiling hingga halus, lalu ditrmpelkan  pada bagian yang sakit.
  • Demam, sakit kepala : Cara ke 1 : 10 gram daun melati, 10 bunga melati, remas-remas kedua bahan tersebut dengan tangan, lalu  direndam dengan air secukupnya, gunakan air rendaman tersebut untuk mengompres dahi; Cara ke 2 : Akar melati dicuci bersih, lalu dilumarkan dan ditempelkan pada dahi; Cara ke 3 : Akar melati secukupnya dilumarkan lalu tambahkan arak putih dan jahe (Zingiber officinale Rose.) secukupnya, lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
  • Jerawat (acne vulgaris) : 20 kuntum bunga melati, 2 jari asam (Tamarindus idica L.), 3 gram belerang, dicuci lalu ditumbuk hingga halus, tambahkan 2 sendok makan air jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle), diremas-remas. Gosokkan pada muka yang berjerawat 2 kali sehari sebanyak yang diperlukan.
  • Luka, patah tulang (fractur), keseleo : akar melati secukupnya dicuci dan dihaluskan, tambahkan arak lalu ditempelkan pada bagian yang sakit dan dibalut dengan kain kasa.

Pemakaian dalam menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
  • Susah tidur (insomnia) : 1-1,5 akar melati kering digiling hingga menjadi bubuk, lalu diseduh dengan air panas secukupnya, diminum hangat-hangat.
  • Radang mata merah (conjuntivitis) : cara ke 1 adalah 6 gram bunga melati kering dicuci bersih, direbus dengan air secukupnya lalu disaring, air saringannya diminum. cara ke 2 adalah 6 gram bunga melati kering, 9 gram bunga krisan (Chrysanthemummorifolium Ram), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc lalu disaring, airnya diminum.
  • Influenza : 6 gram bunga melati kering, 5 gram jahe (Zingiber officinale Rose.), 2 batang daun bawang putih  (Allium sativum L.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc lalu disaring, dan diminum airnya hangat-hangat.
  • Demam, diare influenza : 6 gram bunga melati kering, 10 gram teh hijau (Camellia sinensis Kuntze.), 30 gram kapulaga (Amomum cardamomum Willd.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc lalu  diminum airnya setelah disaring.
  • Cacingan (khusus cacing kremi) : 15 gram akar melati, 1 pilah daun pepaya (Carica papaya L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum  airnya selagi hangat.
  • Sesak napas (asma) : Cara ke 1 : 15 gram bunga melati dicuci bersih, lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, diminum sehari 2 kali sebanyak 100 cc. Cara ke 2 : 10 gram daun melati, direbus dengan 600 cc air hingga mendidih dan tersisa 300 cc, tambahkan sedikit garam,  lalu disaring dan diminum 2 kali sehari sebanyak 150 cc; Cara ke 3 : 15 gram bunga melati, 15 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum selagi hangat sebanyak 100 cc.

Perlu anda ketahui dan perhatikan bahwa Ibu hamil dan kondisi badan lemah dilarang  meminumnya. Dan setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit yang serius tetap konsultasikan ke dokter.

Untuk mengetahui berbagai macam jenis tanaman obat lainnya silahkan anda kunjungi :
Read more ...

Kembang Mas [Asclepias curassavica] - Khasiat & Manfaat

Kembang Mas [Asclepias curassavica]
Kembang Mas (Asclepias curassavica)

Familia : Asclepiadacae.

Sinonim  : Asclepias syriaca Blanco.




Tumbuhan berasal dari Amerika tropis. Tumbuh pada daerah yang cerah atau terlindung sedikit, tetapi tidak  terlalu lembab. Dapat ditemukan di dataran rendah sampai ketinggian 800 m di atas permukaan laut. Selain sebagai tanaman obat, kembang mas biasa ditanam sebagai tanaman hias. Habitus semak, tegak, menahun, pangkalnya sering berkayu, tinggi 0,7-1,5 m. Batang bulat berambur halus yang jarang. Daun bertangkai, helaian dau bentuk lanset memanjang, runcing, panjang 6-15 cm, lebar 1-3 cm. Karangan bunga majemuk, berbentuk paying, berbunga 7-15, tangkai bunga berambut halus. Taju kelopak sempit, runcing. Mahkota bunga hampir dekat dengan pangkal berbagi, taju memanjang, runcing. Daun mahkota tambahan 5, berwarna oranye. Buah bentuk bumbung, bulat telur memanjang, pipih, pada ujung dengan umbai panjang dari rambut putih serupa sutra.

Istilah nama Indonesia di Jawa : kapas cinde (Sunda) , mas sekar (Jawa). Dan istilah nama asing disebut ma li chin (T), bunga mas (Malaysia).

Sifat Kimiawi rasanya pahit, dingin, beracun. Dan efek farmakologis berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), menghilangkan sakit (analgesic), menghentikan pendarahan (hemostatik), meningkatkan sirkulasi, dan sebagai tonik untuk hati. Kandungan kimia calotropin, calotropagenin, corotoxigenin , corotolaucigenin, aslepocigenin, clepogenin, ascurogenin, curassavogenin, dan uzarigenin. Sedangkan bagian yang dipakai adalah seluruh bagian tumbuhan.

Pemakaian luar menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
  • Radang payudara (mastitis), bisul (furunculus) : herba kembang mas dikeringkan dan digiling halus, tambahkan lidah buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya secukupnya, diaduk rata lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  • Radang payudara (mastitis), borok borok (ulkustripicum), radang kulit bernanah (pioderma) : herba kembang mas direbus dengan air secukupnya lalu airnya dipakai untuk mencuci bagian yang luka.
  • Luka luar : bunga dan daun kembang mas dikeringkan dan digiling halus, tambahkan kaktus gepeng (Opuntia dilenii [ker-Gawl] Haw.) yang telah dikupas, diaduk lalu ditempelkan pada luka.
  • Eksim (Eczema) : getah dari batang kembang mas dioleskan pada kulit yang terkena eksim.

Pemakaian dalam menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
  • Nyeri haid (dismenorrhea) : 10 gram herba kembang mas dikeringkan dan 10 butir merica (Piper nigrum L.), direbus dengan 600 cc air (dengan api kecil) hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
  • Pembengkakkan limfa : 15 gram akar digongseng sampai kuning, tambahkan 100 gram daging ayam dan air secukupnya lalu ditim. Setelah matang ayamnya dimakan dan airnya diminum. Bila air seni seperti air tajin (air pencucian beras), pemakaian obat ini dihentikan selama 3 hari lalu dilanjutkan kembali.


Perlu anda ketahui dan perhatikan bahwa harus hati-hati dalam pemakaiannya karena tumbuhan kembang mas beracun, terutama getahnya. Akarnya tidak dianjurkan bagi orang yang lemah. Tanda-tanda keracunan : pusing, sakit kepala, muntah, diare, sakit perut, mengigau, muka pucat, kedinginan yang luar biasa, denyut nadi tidak teratur. Tindakan yang harus diambil adalah : si penderita dibuat muntah dengan makan putih telur.

Untuk mengetahui berbagai macam jenis tanaman obat lainnya silahkan anda kunjungi :
Read more ...

Mondokaki [Ervatamia divaricata (L.) Burk.] - Khasiat & Manfaat

Mondokaki [Ervatamia divaricata (L.) Burk.]
Mondokaki [Ervatamia divaricata (L.) Burk.]

Familia : Apocynaceae. 

Sinonim : Ervatamia coronaria Stapf. = Tabernaemontana coronaria Willd. = Tabernaemontana divaricata R.Br. = Nerium divaricatum Linn.

Tanaman ini biasa ditanam sebagai tanaman hias dipekarangan dan di taman-taman. Asalnya dari India, terbesar dikawasan Asia Tenggara serta kawasan tropis lainnya, dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 400 m diatas permukaan air laut. Perbanyakan dengan setek atau cangkok. Habitus perdu, tegak, banyak bercabang, tinggi 0,5-3 m, batang bulat berkayu, mengandung getah seperti susu. Daun tunggal, tebal seperti kulit, letak berhadapan, bertangkai pendek. Helaian daun berbentuk bulat telur memanjang atau lonjong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata,permukaan atas licin mengkilap, tulang daun menyirip, panjang 6-15 cm, lebar 2-4 cm, warnanya hijau. Tangkai bunga keluar dari ketiak daun, pendek dengan beberapa bunga. Bunga biasanya sepasang, warnanya putih dengan bagian tengah berwarna kuning, diameter 5 cm, wangi. Buahnya berupa buah kotak, bulat panjang, berbulu. Biji berdaging, berselaput, warnanya merah. Akar tunggang, bentuknya silindris, diameter 1-5 cm, warnanya kuning, permukaan luar bergabus tipis dan tidak mudah terkelupas.

Istilah nama Indonesia di Jawa : mondokaki, bunga wari. Sumatra : kembang mentega, kembang susu, bunga manila, bunga susong (Melayu). Nusa Tenggara : bunga nyingin. Dan istilah nama asing disebut chong ban ghou ya hua (T), wax flower plant, east Indian rose-bay, ceylon jasmine (I), rosa de hielo (S), pandakaking-tsina (F).

Sifat kimiawi rasa asam, sejuk. Dan efek farmakologis berkhasiat membersihkan racun (toksin), menurunkan panas (antipiretik), menghilangkan sakit (analgesik), menurunkan tekanan darah (hipotensf), peluruh dahak (ekspektoran), dan obat cacing (anthelmintik)Kandungan kimia dari kulit batang dan akar mengandung tabernaemontanin, koronarin, koronandin, dregamin, vobasin, korin, kortin, lupeol, tann. Dan bagian yang dipakai adalah akar, daun, bunga, dan kulit batang.

Pemakaian luar menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
  • Radang mata kronis/trachoma (chronis conjuntivitis)cara ke 1 adalah 15 gram akar mondokaki dan 10 gram kerikan kayu secang direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 500 cc, lalu airnya dipakai untuk mencuci mata; cara ke 2 adalah 15 gram akar mondokaki, 9 gram kayu secang (Caesalpinia sappan L.), daun saga (Abrus precatorius L.), daun sena (Cassia angustifolia Vahl.), dan daun tempuh wiyang (Emilia sonchifolia Linn.) masing-masing 15 gram, 10 gram kulit mesoyi (Massoia aromatica Becc.) dan 10 gram kulit kayu seriawan (Arcangelisia flava [L.] Merr.), dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 600 cc air sampai tersisa 300 cc, setelah dingin disaring airnya untuk merambang mata yang sakit. Lakukan 3 kali sehari.
  • Sakit mata (conjuntivitis), radang kulit, luka : daun secukupnya dicuci bersih, dibilas dengan air matang lalu ditumbuk halus. Air perasannya dapat menyejukan bila diteteskan pada mata yang sakit atau dioleskan pada radang kulit dan luka.
  • Radang kulit bernanah (pioderma) : cara ke 1 adalah Bunga segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus, tambahkan sedikit minyak kelapa, aduk sampai merata lalu ditempelkan pada kulit yang meradang; cara ke 2 adalah 15 gram bunga mondokaki dan 30 gram sambiloto segar (Andrographis paniculata Nees.) dihaluskan, tambahkan minyak kelapa secukupnya, diaduk rata lalu ditempelkan pada kulit yang sakit.
  • Radang payudara (mastitis) : 20 lembar daun mondokaki dicuci lalu ditumbuk halus, dicampur dengan 2 sendok makan air garam. Ramuan ini dipakai untuk mengurapi payudara yang sakit lalu dibebat. Lakukan 2 kali sehari.

Pemakaian dalam menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
  • Sakit ginjal : 10-15 gram akar mondokaki, 30 gram daun sendok segar (Plantago major L.), dan 30 gram daun kumis kucing segar (Orthosiphon aristatus Bl.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
  • Sakit gigi : akar mondokaki secukupnya dicuci bersih lalu dikunyah dengan gigi yang sakit.
  • Batuk (tussis) : cara ke 1 adalah 15 lembar daun mondokaki dicuci lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 400 cc, setelah dingin disaring, tambahkan madu secukupnya lalu dibagi untuk 3 kali minum dalam sehari; cara ke 2 adalah 15 lembar daun mondokaki, 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.) dan 10 gram kulit jeruk mandarin kering (Citrus nobilis Lour.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu airnya diminum.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) : 15 gram daun mondokaki direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu airnya digunakan untuk menjus 100 gram seledri (Apium graveolens Linn.) jenis kecil kemudian jusnya diminum.
  • Cacing kremi : 10 gram akar mondokaki dan ½ lembar daun pepaya (Carica papaya L.) dicuci dan  direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
  • Kencing batu : 15 gram akar mondokaki, 30 gram daun kejibeling segar (Strobilanthes crispus Bl.), dan 30 gram daun kumis kucing segar (Orthosiphon aristatus Bl.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
  • Diare : cara ke 1 adalah 10-15 gram akar mondokaki dicuci dan dipotong tipis-tipis lalu, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum sedikit demi sedikit. cara ke 2 adalah 10-15 gram akar mondokaki dan 10 gram daun jambu biji (Psidium guazapa L.), dicuci dan diiris-iris lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
  • Antikanker (antikarsinoma) : 10 gram akar mondokaki ditambah lidah ular yang berbunga putih (Hedyotis diffusa Willd.) atau rumput mutiara (Hedyotis corymbosa [L.] Lamk.) direbus dengan 500 cc air, setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
  • Gondok, sakit tenggorokan (Pharyngitis) : 10 gram akar mondokaki direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum.
  • Patah tulang (fraktus) : 15 gram akar mondokaki direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, setelah dingin airnya diminum.

Perlu anda ketahui dan perhatikan bahwa setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter. Rumput lidah ular kembang putih dan rumput mutiara dapat dibeli di toko obat Tionghoa.

Untuk mengetahui berbagai macam jenis tanaman obat lainnya silahkan anda kunjungi :
Read more ...

Kembang Kertas [Zinnian elegans Jacq.] - Khasiat & Manfaat

Kembang Kertas [Zinnian elegans Jacq.]
Kembang Kertas [Zinnian elegans Jacq.]

Familia : Asteraceae (Compositae).

Istilah nama di Indonesia disebut kembang kertas, kembang ratna. Dan istilah nama asing disebut bai ri zhik (T), Zinnia.

Tanaman ini merupakan tumbuhan asal Meksiko, dapat ditemukan sampai ketinggian sekitar 1400 m di atas permukaan laut. Tumbuhan ini menyukai tempat-tempat terbuka yang terkena matahari, biasa ditanam secara bergerombol di tamantaman atau pekarangan sebagai tanaman hias atau bunganya dipakai sebagai bunga potong. Terna menahun,tumbuh tegak dab berambut kasar, tinggi kurang lebih 30-50 cm. Daun tunggal, letaknya berhadapan, bentuknya memanjang, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi rata, tulang daun melengkung, warnanya hijau. Bentuk bunganya seperti bunga aster dengan warna yang beraneka ragam seperti merah tua, merah muda, kuning atau biru keunguan,  yang keluar dari ujung batang. Pengembangbiakkan dengan biji.

Sifat kimiawi  tawar, sejuk. Dan efek farmakologis berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), peluruh kencing (diuretik). Sedangkan bagian yang dipakai adalah seluruh bagian tumbuhan.

Pemakaian luar menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
  • Payudara bengkak : herba kembang kertas digiling, tambahkan jus lidah buaya (Aloe vera L.) lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  • Bisul (furunculus), sakit pada putting susu : daun kembang kertas secukupnya dicuci bersih lalu dibalurkan pada bagian yang sakit.

Pemakaian dalam menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
  • Gangguan buang air kecil : 30 gram herba kembang kertas, 30 gram daun sendok (Plantago mayor L.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  • Batuk rejan (pertussis) : 40 gram herba kembang kertas kering atau 70 gram yang segar dengan dengan 400 cc air dengan api besar hingga mendidih, lalu api dikecilkan dan direbus kembali selama 10 menit, kemudian disaring, tambahkan gula batu dan diminum hangat-hangat. Lakukan 1-2 kali sehari.
  • Disentri karena panas dalam : 30 gram herba kembang kertas, 30 gram patikan kebo (Euphorbia  hirta L.), gula secukupnya, direbus denag 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan dimunm airnya hangat-hangat.

Perlu anda ketahui dan perhatikan bahwa setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.

Untuk mengetahui berbagai macam jenis tanaman obat lainnya silahkan anda kunjungi :
Read more ...

Nusa Indah Putih [Mussaenda pubescens Ait.f.] - Khasiat & Manfaat

Nusa Indah Putih [Mussaenda pubescens Ait.f.]
Nusa indah putih [Mussaenda pubescens Ait.f.]

Familia  : Rubiaceae.

Istilah nama asing disebut shau gan cao (T), splash of white (I), balik adap (M).

Tanaman ini dipelihara sebagai tanaman hias, kadang tumbuh liar pada lereng bukit dan semak-semak. Perdu dengan ranting yang menaik, tinggi 1-2 cm, cabang kecil ditumbuhi rambut halus. Daunnya tunggal, bertangkai dengan daun penumpu, bentuk daun bulat telur, letak berhadapan berseling, ujung dan pangkal daun runcing, tepi rata, tulang daun menyirip, berambut halus, panjang 5-8 cm sedangkan lebar 2-3,5 cm. Bunga majemuk, tumbuh diujung tangkai, karangan bunga berbentuk payung, bunganya kecil berbentuk terompet, warnanya kuning, panjang 2 cm dengan daun pelindung berwarna putih. Buahnya buah buni, bentuk bulat memanjang, dengan panjang 8-10 mm dan lebar 6-7,5 mm.

Sifat kimiawi dari batang : rasa sedikit manis, agak pahit, sejuk. Akar : manis, netral. Dan efek farmakologis berkhasiat sebagai penurun panas (antipiretik), membersihkan darah, antiradang (antiinflamasi), menetralisasi racun dan melancarkan peredaran darah. Kandungan kimia dari daun mengandung B-sitosterol. Batang mengandung B-stigmasterol, arjunolic acid. Sedangkan bagian yang dipakai adalah batang, daun, dan akar.

Pemakaian luar menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
  • Bisul (furunculus) : tumbuhan nusa indah putih yang segar setelah dicuci bersih, ditumbuk hingga halus lalu ditempelkan pada bagian yang terkena bisul.
Pemakaian dalam menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
  • Radang usus (enteritis) : 30 gram batang nusa indah putih, 10 buah lengkeng (Euphoria longan Steud.), 30 gram sambiloto (Andrographis paniculata Nees.), tambahkan gula batu secukupnya lalu direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, kemudian diminum airnya setelah dingin.
  • Diare akut, disentri : 30-60 gram batang dan daun segar nusa indah putih, dicuci bersih dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  • Radang ginjal (nephitis) : 30 gram batang  dan akar nusa indah putih, 25 gram meniran (Phyllanthus urinaria Linn.), 30 gram sambiloto (Andrographis paniculata Nees.), 60 gram akar alang-alang (Imperata cylindrica [L] Beauv.), rebus semua bahan tersebut dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan diminum airnya.
  • Keracunan makanan : daun segar setelah dicuci bersih ditumbuk, lalu perasannya diminum atau daun tersebut direbus dengan air secukupnya, disaring lalu diminum airnya.
  • Demam, pingsan karena udara sangat panas (heat stoke) : 12 gram batang nusa indah putih kering, 5 gram terung ungu (Solanum melongana L.), 5 gram daun menthol kering (Mentha arvensis L.), diseduh dengan air panas lalu diminum.
  • Amandel, influenza, radang saluran napas (bronkhitis) : 30 gram tumbuhan nusa indah putih, 75 gram kaktus gepeng (Opuntia dillenii [Ker-Gawl] Haw.) yang telah dikupas kulitnya, 3 iris jahe (Zingiber officinale Rosc.), rebus semuanya dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  • Buang air kecil sedikit atau tidak lancar (oliguria) : 30 gram batang nusa indah putih, 30 gram meniran (Phyllanthus urinaria Linn.), 30 gram daun sendok (Plantago major L.), direbus denga air secukupnya, disaring lalu diminum airnya.
  • Radang saluran napas (bronkhitis), sakit tenggorokan (pharyngitis) : 15 gram batang nusa indah putih, 75 gram lidah buaya (Aloe vera L.), 5 gram kulit jeruk mandarin/keprok kering (Citrus nobilis Lour.) atau 10 gram yang segar, 10 gram kencur (Kaempferia galanga L.), rebus semua bahan dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  • Radang mata merah (conjuntivis) : 30-60 gram akar nusa indah putih, bunga krisan secukupnya (Chysanthemum morifolium Ram.) (dapat dibeli ditoko obat Thionghoa dengan nama chi hua), tambahkan air secukupnya, ditim atau dikukus, diminum airnya secara rutin.
  • Pendarahan pada kandungan (uterine bleeding) : 15 gram batang tumbuhan nusa indah putih, 1 buah kesemek segar atau kering (Diospyros kaki L.), jika tidak ada kesemek dapat diganti dengan 200 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.), direbus dengan air secukupnya, disaring lalu diminum airnya, sedangkan kesemek dan akar rimpang teratainya dapat dimakan.
  • Mencegah dan mengatasi kanker payudara : 15-30 gram batang nusa indah putih kering atau 30-60 gram yang segar dan 30 gram herba tapak dara (Chatraranthus roseus [L.] G. Don) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya (tetap konsultasi ke dokter).
Perlu anda ketahui dan perhatikan bahwa setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter. Bunga krisan kering dapat dibeli ditoko obat Thionghoa dengan nama chi hua.

Untuk mengetahui berbagai macam jenis tanaman obat lainnya silahkan anda kunjungi :

Read more ...

Kembang Coklat [Zephyranthes candida Herb.] - Khasiat & Manfaat

Kembang Coklat [Zephyranthes candida Herb.]
Kembang Coklat
(Zephyranthes candida Herb.)
Kembang Coklat [Zephyranthes candida Herb.]

Familia : Amaryllidaceae. 








Tanaman herbal ini berasal dari Cina dan brasilia, biasa ditanam sebagai tanaman hias karena bunganya indah. Terna kecil berumbi, warga suku bakung-bakungan, tinggi sekitar 15-30 cm. Daunnya panjang dan pipih berbentuk lanset, keluar dari bonggol umbi yang terletak di dalam tanah, daun agak melengkung dan licin. Bunganya tunggal, mempunyai tangkai, berwarna putih, dadu, bentuk seperti corong yang menghadap ke atas, biji berwarna hitam dan pipih. Umbi berwarna putih dan berlendir. 

Istilah nama daerah di Indonesia disebut kembang coklat. Sedangkan istilah nama asing disebut Zhong lan (T).

Sifat kimiawi rasanya agak manis.  Dan efek farmakologis berkhasiat sebagai penurun panas (antipiretik). Kandungan kimia lycorine, tazettin, haemanthidine, nerinine. Dan bagian yang dipakai adalah seluruh bagian tanaman.

Pemakaian luar menyembuhkan berbagai penyakit seperti :

  • Kejang pada anak : 10-15 gram tumbuhan kembang coklat segar secukupnya, garam secukupnya, dihaluskan lalu ditempelkan pada pelipis.

Pemakaian dalam menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
  • Kejang pada anak-anak : 10-15 gram daun kembang coklat segar, gula batu secukupnya, direbus lalu airnya diminum setelah disaring.
  • Ayan (epilepsi) : 10 gram tumbuhan kembang coklat, 30 gram sulur ketimun (Cucumis sativus L.), gula batu secukupnya, direbus dengan air secukupnya, lalu diminum airnya setelah disaring.

Perlu anda ketahui dan perhatikan bahwa setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.

Untuk mengetahui berbagai macam jenis tanaman obat lainnya silahkan anda kunjungi :

Read more ...

Oleander [Nerium indicum Mill.] - Khasiat & Manfaat

Oleander [Nerium indicum Mill.]
Oleander [Nerium indicum Mill.]

Familia : Apocynaceae.

Sinonim : Nerium odorum Ait. = Nerium oleander Linn.



Tanaman ini berasal dari benua Asia, merupakan tanaman hias di taman dan dipinggir jalan, tumbuh pada ketinggian 1-700 m di atas permukaan air laut, tahan panas dan kekeringan. Getah putih yang dikeluarkan mengandung racun terutama bila mengenai luka. Kulit batangnya dapat digunakan sebagai racun tikus. Pengembangbiakan tumbuhan ini dengan setek batang. Perdu tegak, tinggi 2-5 m. Daunnya berbentuk garis lancet, tebal, bertangkai sekitar 1 cm yang agak bengkok dengan ibu tulang menonjol . Panjang daun 7-20 cm, sedangkan lebarnya 1-3 cm. Warna daun bagian atas hijau tua dan bagian bawah hijau muda, ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun rata, sering tiga daun tumbuh melingkar. Bunga berbentuk malai, terletak di ujung ranting dengan mahkota berbentuk corong, tabung pada pangkalnya sempit. Bunga berwarna merah muda dan putih. Buah panjangnya 15-25 cm, bulat dengan alur memanjang, bijinya banyak dan berambut.

Istilah nama Indonesia di sebut jure (Jawa), kenyeri (Bali), kembang mentega, bunga mentega, oleander (Melayu). Dan istilah nama nama asing disebut jia zhu tao (T), adelfa, baladre (F), rose bay, dog bane, south sea rose, oleander, ceylon tree (I), adelfa (S), neriam wangi (M).

Sifat kimiawi rasa pedas, pahit, dingin, dan beracun. Dan efek farmakologis berkhasiat menguatkan jantung (Kardiotonik), peluruh kemih (Diuretik), peluruh dahak (ekspektorant), peluruh keringat, mematikan serangga (insektisida)Kandungan Kimia dari daun mengandung oleandrin, oleandrigenin, 16-acetylgitoxigenin, oleandros, neriantin, adynerin, deacetyloleandrin, rutin, dambonitol. Kulit batang mengandung adoroside A,B,C,D,F,G,H,K dan lain-lain, digitoxigenin, uzarigenin. Bunga mengandung gitoxigenin, strospesid. Dan bagian yang dipakai adalah daun pemakaian segar atau dikeringkan, dibuat bubuk.

Pemakaian luar menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
  • Eksim (ekzema) : akar oliander direbus dengan minyak atau parafin cair, gosokan cairan rebusan tadi pada bagian yang sakit.

Pemakaian dalam menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
  • Lemah jantung (berdebar, kaki dan tangan dingin dan lain-lain) : 3 lembar daun oliander segar ditumbuk, kemudian seduh dengan 1 gelas air panas, diminum selagi hangat.
  • Ayan (epilepsi) : 300 mg serbuk daun kering dimasukan kedalam kapsul. Minum sehari 3 kali sebanyak 1 kapsul selama 2-3 hari. Selanjutnya, 1 kapsul sehari sebagai dosis pemeliharaan.

Perlu anda ketahui dan perhatikan bahwa tumbuhan obat ini beracun, hati-hati kelebihan dosis pada pemakaian dalam (minum) dan perlu mendapat pengawasan dokter. Wanita hamil dilarang untuk memanfaatkannya. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.

Untuk mengetahui berbagai macam jenis tanaman obat lainnya silahkan anda kunjungi :

Read more ...

Khasiat Tanaman | Khasiat Tumbuhan | Khasiat Herba | Khasiat Tanaman Bunga | Tanaman Herbal | Tumbuhan Herbal | Manfaat Tanaman | Manfaat Tumbuhan | Kegunaan | Sifat Kimiawi | Efek Farmakologis | Kesehatan | Komposisi | Farmasi | Prescription | Resep | Seluruh Herba | Bunga | Benangsari | Akar | Umbi | Daun | Kelopak Daun | Buah | Biji| Batang | Formulasi | Pemanfaatan | Efektivitas | Sumber | Tanaman Obat | Tumbuhan Obat | Farmakologi | Kedokteran Kedokteran Timur | Rimpang | Polong-polongan | Bahan Obat | Kandungan | Zat | Kontradiksi | Toksin | Sterilisasi | Badan Kesehatan| Praktisi Klinis | Pengobatan Tradisional | Familia | Kandungan Kimia | Dosis Pemakaian | Perdu | Pahap | Obat Tionghoa | Genus | Divisi | Spesies | Tanaman Hias | Pemakaian Dalam | Pemakaian Luar | Health | Medicine | Efficacy Plants | Benefits of Plants | Traditional Medicine | Medicinal Herbs | Medicinal Plants | Medicinal Materials